Bahasa berkaitan besar dengan memori/ingatan, untuk meningkatakan ingatan adalah Frequensi belajar dan repetition.
Jadi belajar bahasa itu bagaikan latihan otak dimana harus melatihnya lagi dan lagi. Otak kita punya sifat yang namanya brain plasticity, artinya semakin dilatih semakin terasah sebaliknya semakin ngak diasah semakin tumpul hehe).
Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan yaitu extensive reading. berbeda dengan shadowing ataupun memorization, metode ini sedang naik daun karena sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa semakin banyak seseorang membaca kemampuan membaca dan bahkan menulis (mengherankan!) nya semakin meningkat. target penelitian yang digunakan kebanyakan yaitu pembelajar bahasa inggris. terdapat korelasi positif (salah satu bahasa statsistik yang menyatakan apakah kedua variabel itu berhubungan atau sekedar kebetulan saja atau tidak berhubungan maupun tingkat kepastiannya) antara jumlah buku atau jumlah huruf yang dibaca dengan kemahiran membaca dan menulis si pembelajar. Namun pendapat pribadi penulis adalah extensive reading itu powerful tapi untuk meningkatkan bahasa tidaklah cukup dengan ini saja.
Alangkah baiknya, pendidikan pembelajaran bahasa kita mungkin perlu menambahkan extensive reading ke dalam menu pembelajaran. Menu pembelajaran yang saya dapat di kuliah maupun di tempat les bahasa itu cara pembelajarannya terkadang agak kuno. Contohnya grammar teaching itu udah dari tahun 1970-an, pada saat itu karena orang hanya belajar bahasa untuk baca buku bahasa asing untuk belajar atau informasi dan ngak bukan untuk komunikasi dengan orang asing.
Sekedar informasi, apakah bahasa inggris itu bahasa internasional. Iya dan tidak. tidak ada bahasa internasional, konon bahkan di konferensi EU pun tidak menggunakan bahasa inggris tapi menggunakan bahasa ibu negara masing-masing. tapi, secara aktualnya bahasa inggris paling banyak pembelajar bahasanya dan paling banyak native speakernya jadi mayoritas orang didunia ini berbicara bahasa inggris.
Inggris dulunya banyak menjajah negara lain dan banyak berdangang dengan bangsa lain dan bahasa inggris pun menyebar kenegara tersebut. Revolusi industri pertama lahirnya pun di Inggris. Negara Amerika GDP nya nomor satu didunia, jadi banyak yang bertransaksi dengan negara asing. Makannya bahasa inggris diminati dan banyak juga yang terpaksa belajar bahasa inggris.
Balik lagi ke topik bahasan utama. Apa itu extensive reading ?. Membaca banyak, tapi dengan teks yang levelnya sesuai dengan kita. kalau masih intermediate sebaiknya jangan baca buku nya Stephen Hawking The Brief History of The Universe, karena bahasa nya udah advanced english, tapi kalau baca buku inggris untuk anak atau remaja. Jadi carilah teks yang sesuai dengan level kamu. Ini erat kaitannya dengan input hypothesis yang dikemukakan Stephen Krashen, dimana input yang dapat kita pahami dan yang sedikit diatas kemampuan kita akan mengembangkan kemampuan bahasa kita.
Faktor dalam Extensive Reading
Read a lot
Membaca banyak disini misalnya membaca lebih dari 100 buku. dimana kita dapat menyesuaikan buku yang dibaca dengan para native speaker. jika native speaker membaca 100 buku dalam setahun. ada baiknya kita juga dapat membaca buku seperti mereka.
Enjoyment
Membaca disini lebih kepada entertainment atau buku dengan tema yang kita sukai. misalnya tema tentang basket dan biologi. jadi bisa cari buku tentang novel basket atau buku teks biologi. kenapa, karena kita udah punya pengetahuan sebelumnya / prior knowledge, jadi meskipun ada teks yang ngak kita paham, kita bisa tebak dengan membandingkan prior knowledge yang kita miliki untuk memahami teks.
Jangan stress
Stess akan membuat pengalaman belajar kita negatif dan sebaliknya malah jadi filter alias benteng buat masuknya input (input itu teks atau audio kita baca dan denger terus paham, ya semacam proses mendapatkan informasi). saya sendiri sering stress karena ada saja kata yang baru, dan kadang tertekan karena ada rasa kewajiban kayak harus cari artinya. dengan
Sebagai kesimpulan, extensive reading adalah metode input yang membuahkan hasil positif. membaca banyak mempunyai efek positif pada reading comprehension dan menulis kita. Saat extensive reading, bacalah buku yang sesuai dengan level kita, bukunya tentang topik yang kita bisa gunakan prior knowledge, dan jangan dibuat stress.
Menerangkan pentingnya input seperti banyak mendengar dan banyak membaca, Krashen menklaim ke 5 hypotesis ini.
1. Input. Pemerolehan bahasa adalah hasil dari pada konsumsi input yang banyak
2. Accuisition and Learning. Input berkonstribusi pada language accuisition / pemerolehan bahasa, sedangkan learning tidak. Input terjadi secara tidak sadar sedangkan learning secara sadar.
3. Monitor hypotesis. Pengetahuan yang didapat dari hasil pembelajaran kelas / learning hanya akan menjadi monitor atau pengetahuan kita untuk menjudge tepat dan tidak tepatnya grammar dan vocabulary yang kita gunakan misalnya saat writing.
4. Natural order. Pembelajar bahasa memiliki pola yang sama saat terjadi language accuisition. ada bentuk dan kata yang bisa langsung dikuasai, ada yang membutuhkan waktu untuk dapat dikuasai
5. Affective filter. Ini kerasa banget ketika kita bosen, jenuh, atau ketakutan, kemampuan kita menerima input menjadi berkurang atau malah ngak sama sekali keserap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar